Rabu, 22 April 2009

Uang Negara Rp 2,02 Triliun kamana yu?


Jakarta, Kompas - Uang negara sebesar Rp 2,02 triliun disia-siakan karena pemerintah membayar dana pendamping bagi proyek-proyek yang didanai oleh utang luar negeri. Namun, hingga saat ini proyek tersebut belum terlaksana. Akibatnya, utang yang seharusnya bisa dimanfaatkan pada 25 proyek senilai Rp 438,47 miliar pada tahun 2008 tidak dapat digunakan.

”Lemahnya perencanaan, koordinasi, dan pengawasan mengakibatkan beberapa hasil proyek yang didanai dari pinjaman luar negeri senilai Rp 438,47 miliar tidak dapat dimanfaatkan atau tidak dimanfaatkan secara optimal sehingga ada tambahan biaya minimal senilai Rp 2,02 triliun akibat keterlambatan pelaksanaan proyek,” ujar Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution pada penyerahan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun Anggaran 2008 kepada DPR dalam Sidang Paripurna DPR di Jakarta, Selasa (21/4).

Pemeriksaan atas utang ini dikategorikan sebagai pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT). Tujuannya untuk mengetahui pelaksanaan sistem pengendalian internal dan pelaksanaan pinjaman luar negeri sesuai klausul dalam perjanjian pinjaman.

Pemeriksaan ini dilakukan terhadap institusi pengelola pinjaman luar negeri, yakni Departemen Keuangan, Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan pengguna pinjaman luar negeri yang terdiri atas sembilan kementerian dan lembaga nondepartemen serta delapan badan usaha milik negara (BUMN). Pemeriksaan difokuskan pada 66 naskah pinjaman senilai Rp 45,29 triliun.

”Hasil pemeriksaan BPK yang perlu mendapatkan perhatian serius dari entitas terkait adalah sistem pencatatan pinjaman luar negeri. Sistem itu belum menghasilkan informasi soal pinjaman luar negeri secara andal. Akibatnya, tidak ada sumber informasi mengenai posisi dan penarikan pinjaman yang dapat dipercaya untuk digunakan pemerintah dalam mengambil keputusan meyakinkan,” kata Anwar.

BPK menyebutkan, akibat ketidakmampuan pemerintah memenuhi persyaratan administratif yang ada, terdapat penarikan pinjaman dari rekening khusus maupun dana talangan pemerintah yang berisiko tidak mendapatkan penggantian dari lender (peminjam) senilai Rp 5,04 miliar dan 4,23 juta dollar AS.

Selain itu, per 26 September 2008 ada 61 rekening khusus dengan saldo Rp 74,34 miliar yang belum ditutup walaupun masa pinjamannya telah lewat. Akibatnya, pemerintah harus menanggung beban bunga meskipun tidak dimanfaatkan.

Sekretaris Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Syahrial Loetan mengatakan, masalah yang ditemukan oleh BPK itu terjadi pada pinjaman proyek sebab dalam perjanjian pinjaman proyek biasanya ada komponen tertentu yang tidak dibayar 100 persen oleh pinjaman.

”Dalam kondisi seperti ini, tidak mungkin dana rupiah yang dikeluarkan secara tersendiri. Kemungkinan lain, bisa saja dana rupiah dialokasikan untuk pembebasan tanah (proyek infrastruktur), tetapi kemudian porsi pinjamannya belum atau tidak disetujui lender karena, misalnya, dianggap ada korupsi,” kata Syahrial Loetan. (Kompas, 22/04/09)

Rabu, 18 Maret 2009

Mencintai Rosulullah SAW? Terapkan Syariah Islam, Campakkan Kapitalisme!

Mencintai Rosulullah SAW? Terapkan Syariah Islam, Campakkan Kapitalisme!

Makna Kelahiran Muhammad saw.

Kelahiran Muhammad saw. tentu tidaklah bermakna apa-apa seandainya beliau tidak diangkat sebagai nabi dan rasul Allah, yang bertugas untuk menyampaikan wahyu-Nya kepada umat manusia agar mereka mau diatur dengan aturan apa saja yang telah diwahyukan-Nya kepada Nabi-Nya itu. Karena itu, Peringatan Maulid Nabi saw. pun tidak akan bermakna apa-apa—selain sebagai aktivitas ritual dan rutinitas belaka—jika kaum Muslim tidak mau diatur oleh wahyu Allah, yakni al-Quran dan as-Sunnah, yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad saw. ke tengah-tengah mereka. Padahal, Allah Swt. telah berfirman:

وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Apa saja yang diberikan Rasul kepada kalian, terimalah; apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah. (QS al-Hasyr [59]: 7).

Lebih dari itu, pengagungan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad saw., sejatinya merupakan perwujudan kecintaan kepada Allah, karena Muhammad saw. adalah kekasih-Nya. Jika memang demikian kenyataannya maka kaum Muslim wajib mengikuti sekaligus meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh aspek kehidupannya, bukan sekadar dalam aspek ibadah ritual dan akhlaknya saja. Allah Swt. berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي

Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku.” (QS Ali Imran [3]: 31).

Dalam ayat di atas, frasa fattabi‘ûnî (ikutilah aku) bermakna umum, karena memang tidak ada indikasi adanya pengkhususan (takhshîsh), pembatasan (taqyîd), atau penekanan (tahsyîr) hanya pada aspek-aspek tertentu yang dipraktikkan Nabi saw.

Di samping itu, Allah Swt. juga berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Sesungguhnya engkau berada di atas khuluq yang agung. (QS al-Qalam [68]: 4).

Di dalam tafsirnya, Imam Jalalin menyatakan bahwa kata khuluq dalam ayat di atas bermakna dîn (agama, jalan hidup) (Lihat: Jalalain, Tafsîr Jalâlayn, 1/758). Dengan demikian, ayat di atas bisa dimaknai: Sesungguhnya engkau berada di atas agama/jalan hidup yang agung. Tegasnya, menurut Imam Ibn Katsir, dengan mengutip pendapat Ibn Abbas, ayat itu bermakna: Sesungguhnya engkau berada di atas agama/jalan hidup yang agung, yakni Islam (Lihat: Ibn Katsir, Tafsîr Ibn Katsîr, 4/403). Ibn Katsir lalu mengaitkan ayat ini dengan sebuah hadis yang meriwayatkan bahwa Aisyah istri Nabi saw. pernah ditanya oleh Sa’ad bin Hisyam mengenai akhlak Nabi saw. Aisyah lalu menjawab:

كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

Sesungguhnya akhlaknya adalah al-Quran. (HR Ahmad).

Dengan demikian, berdasarkan ayat al-Quran dan hadis penuturan Aisyah di atas, dapat disimpulkan bahwa meneladani Nabi Muhammad saw. hakikatnya adalah dengan cara mengamalkan seluruh isi al-Quran, yang tidak hanya menyangkut ibadah ritual dan akhlak saja, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Artinya, kaum Muslim dituntut untuk mengikuti dan meneladani Nabi Muhammad saw. dalam seluruh perilakunya: mulai dari akidah dan ibadahnya; makanan/minuman, pakaian, dan akhlaknya; hingga berbagai muamalah yang dilakukannya seperti dalam bidang ekonomi, sosial, politik, pendidikan, hukum, dan pemerintahan.

Rasulullah saw. sendiri tidak hanya mengajari kita bagaimana mengucapkan syahadat serta melaksanakan shalat, shaum, zakat, dan haji secara benar; tetapi juga mengajarkan bagaimana mencari nafkah, melakukan transaksi ekonomi, menjalani kehidupan sosial, menjalankan pendidikan, melaksanakan aktivitas politik (pengaturan masyarakat), menerapkan sanksi-sanksi hukum (‘uqûbat) bagi pelaku kriminal, dan mengatur pemerintahan/negara secara benar. Lalu, apakah memang Rasulullah saw. hanya layak diikuti dan diteladani dalam masalah ibadah ritual dan akhlaknya saja, tidak dalam perkara-perkara lainnya? Tentu saja tidak!

Jika demikian, mengapa saat ini kita tidak mau meninggalkan riba dan transaksi-transaksi batil yang dibuat oleh sistem Kapitalisme sekular; tidak mau mengatur urusan sosial dengan aturan Islam; tidak mau menjalankan pendidikan dan politik Islam; tidak mau menerapkan sanksi-sanksi hukum Islam (seperti qishâsh, potong tangan bagi pencuri, rajam bagi pezina, cambuk bagi pemabuk, hukuman mati bagi yang murtad, dll); juga tidak mau mengatur pemerintahan/negara dengan aturan-aturan Islam? Bukankah semua itu justru pernah dipraktikan oleh Rasulullah saw. selama bertahun-tahun di Madinah dalam kedudukannya sebagai kepala Negara Islam (Daulah Islamiyah)?

Jumat, 27 Februari 2009

golput

Fenomena golongan putih (golput) pada Pemilu 2009 diperkirakan akan meningkat secara tajam. Fenomena ini sangat dimungkinkan terjadi sebagai akibat dari tidak adanya penyempurnaan sistem politik dan perbaikan perilaku atau kultur para politisi, baik yang berada di parlemen maupun di di luar parlemen.

“Jika tidak ada upaya perbaikan terhadap sistem dan perilaku politisi, tidak tertutup kemungkinan angka golput berada pada level 40 hingga 60 persen. Ini sebuah tamparan yang cukup kuat sekaligus kritikan keras terhadap para elit parpol,” kata pengamat politik dari Universitas Paramadina, Bima Arya Sugiarto, di Jakarta, Rabu (25/2).

Kondisi ini, lanjutnya, merupakan cerminan kondisi masyarakat yang apatis terhadap hasil pemilu yang menurut persepsi mereka tak mampu membawa perubahan, sekaligus menunjukkan semakin rendahnya legitimasi wakil rakyat maupun pemimpin yang terpilih.

Dijelaskan Bima, dari satu pemilu ke pemilu berikutnya, jumlah golput terus menunjukkan peningkatan. Data Pemilu 1999 misalnya, menunjukkan para pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya sebanyak 7,88 juta orang atau 6,7 persen dari jumlah orang yang terdaftar sebagai pemilih. Pemilu 2004 naik menjadi 23,53 juta orang atau 15,9 persen dari jumlah orang yang berhak memilih.

Bima lantas mengutip hasil survei awal 2009 dari Indo Barometer tentang pengetahuan dan harapan masyarakat terhadap Pemilu 2009 dengan 1.200 responden di 33 provinsi, yang menunjukkan sebanyak 18,3 persen responden merasa tidak terdaftar dan 14,5 persen lainnya tidak menjawab atau menjawab tidak tahu. Hanya 67,2 persen responden yang menjawab ya, saat ditanya apakah mereka sudah merasa terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2009.

“Jika jumlah pemilih pada Pemilu 2009 diproyeksikan mencapai 172 juta orang, maka hasil survei Indo Barometer itu menunjukkan bahwa mereka yang merasa terdaftar hanya sebanyak 115,58 juta orang, yang tidak merasa terdaftar 31,48 juta orang, dan yang tidak tahu atau tidak menjawab 24,94 juta orang,” ujarnya.

Pengamat politik itu juga menjelaskan tiga alasan masyarakat memilih golput. Pertama, alasan administratif atau kekacauan dalam pencatatan data pemilih sehingga nama mereka tidak tercatat. Kedua, alasan pragmatis, yakni berhalangan hadir ke tempat pemungutan suara (TPS), antara lain karena sakit atau lebih memilih melakukan hal lain seperti mencari nafkah.

Yang ketiga adalah alasan ideologis, yakni tidak percaya lagi bahwa pemilu akan membawa pengaruh perubahan dan perbaikan. Pada umumnya, mereka sudah bersikap apatis dan tidak percaya lagi terhadap parpol maupun kadernya yang menjadi calon anggota legislatif (caleg).

“Golput dengan alasan ideologis inilah yang sangat sulit dibenahi, karena bukan saja dilakukan oleh kalangan tak berpendidikan, tetapi juga oleh orang terpelajar dan anak muda,”

Senin, 16 Februari 2009

Tips Melakukan Analisa Persaingan Usaha

Salah satu langkah yang penting sebelum anda memulai bisnis adalah melakukan analisa persaingan usaha / analisa kompetitor. Anda sebaiknya mereview literatur dari kompetitor , untuk melihat bagaimana mereka merepresentasikan usaha mereka dan seperti apa public image yang dibangun. Sering kali literatur bisnis memuat mission statement dan juga mengidentifikasi produk dan jasa spesifik mereka. James W. Hart, seorang pakar marketing, memberikan tips analisa persaingan usaha yang meliputi langkah- langkah seperti berikut :

1. Berperanlah sebagai pelanggan dengan cukup uang. Telponlah pesaing di daerah anda dan berbicaralah dengan representative dari perusahaan tersebut seperti layaknya anda adalah prospek potensial yang sedang mencari informasi. Anda dapat menanyakan dengan rumus 5WH (Who, What, When, Where, Why and How) untuk memberi pertanyaan yang cerdas dan mendapat jawaban tentang kekuatan dan kelemahan pesaing anda. Salah satu hal terpenting yang harus berhasil anda lakukan adalah membuat mereka mengirimkan sales & information package mereka pada anda, dimana dalam package tersebut akan dijelaskan mengenai produk dan jasa mereka. Literatur bisnis kompetitor anda akan menceritakan secara detil mengenai public image mereka , dan disamping itu anda dapat mempelajari kekuatan dan kelemahan produk dan jasa yang mereka tawarkan secara detil. Pastikan juga anda mempelajari bagaimana mereka menghandle telepon dari pelanggan, memproses permintaan informasi, dan berapa lama permintaan informasi tersebut akhirnya sampai ke tangan anda. Dapatkan anda menawarkan sistim komunikasi yang lebih baik ? Bagaimana tampilan dari business card mereka ? Hal-hal yang kecil seperti ini dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan dan kelemahan anda sendiri, sehingga dapat ditentukan apakah anda dapat bersaing dengan mereka atau tidak. Apakah anda akan bersaing dalam hal harga atau service yang lebih baik ?

2. Telponlah kompetitor di luar daerah anda. Anda selanjutnya dapat menelpon perusahaan yang sejenis dengan anda (atau yg sedang anda rencanakan) di luar daerah anda, dimana anda tidak dianggap sebagai saingan mereka. Dengan demikian, mereka tidak merasa terancam saat anda memberikan pertanyaan. Sangatlah berguna bila anda dapat berbicara dengan personel kunci dari perusahaan sejenis, misalkan di lain propinsi. Saat anda berbicara dengan kompetitor yang jauh jaraknya seperti ini, pendekatan anda haruslah lebih“straight-forward”. Anda dapat katakan pada pemilik ataupun managernya, bahwa anda sedang berpikir untuk membuka usaha sejenis dan berharap mendapat masukkan/input dari mereka. Sering kali mereka dengan senang hati akan memberikan input tentang industri mereka, bisnis secara keseluruhan dan banyak lagi informasi gratis pada anda. Meskipun demikian, anda perlu berhati-hati agar tidak menghabiskan waktu terlalu banyak dalam bertanya, batasi percakapan telpon anda 10 sampai 15 menit maksimum. Cara terbaik adalah memikirkan pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu, dan menuliskannya di atas kertas, sehingga anda dapat menanyakannya dengan lancar. Dengan demikian anda akan tampak seperti seorang professional, dan jika suatu saat anda perlu menelpon lagi, mereka akan menerimanya. Jika anda terdengar seperti seorang bodoh saat berbicara di telpon, mereka mungkin tidak akan menerima telpon anda lagi. Kuncinya adalah tidak menghamburkan waktu.

3. Terakhir anda dapat melakukan “in-field competition analysis” dengan melakukan telemarketing pada prospek dan menanyakan apakah mereka mengenal kompetitor anda, pernah menjalin hubungan bisnis dengan mereka, dan lain-lain. Dengan melakukan ini, anda juga melakukan prekualifikasi terhadap prospek potensial yang belum pernah menjalin bisnis dengan kompetitor anda, dan membuka peluang terjadinya penjualan. Sebagai tambahan, di saat anda berada di luar melakukan sales call, anda dapat melakukan cara yang sama saat berbicara dengan prospek dan anda dapat mengetahui apa yang mereka suka dan apa yang tidak mereka suka dari kompetitor anda. Sekali lagi, anda dapat membuka peluang terjadinya penjualan dengan mengidentifikasi poin-poin differensiasi anda terhadap kompetitor.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas dan mengasah phone-skills anda, dipastikan anda akan mendapatkan banyak informasi berguna tentang bisnis yang sedang anda rencanakan.

sumber: infopeluangusaha.com

Apa yang Harus Dilakukan AS Untuk Memperbaiki Hubungan Islam dan Barat ?

Bisa dipastikan Hillary Clinton akan datang ke Indonesia. Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton meninggalkan negaranya Minggu (15/2) Hillary terbang menuju Asia guna menjalankan misi pertamanya sebagai menlu Presiden Obama. Hillary dijadwalkan akan mengunjungi Jepang, Indonesia, Korea Selatan, dan China.

Di Indonesia, diperkirakan Hillary akan meletakkan dasar-dasar untuk sebuah ‘hubungan baru dan kemitraan strategis baru’ dengan negara yang memiliki jumlah umat Muslim terbesar di dunia. Hillary Clinton yang dijadwalkan akan menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (19/2), akan membahas, antara lain, masalah proposal perdamaian Palestina.

Upaya membangun hubungan baru dengan dunia Islam sejak awal ditegaskan Barack Obama dalam pidato inaugurasinya. Obama berjanji hubungan Amerika dan Dunia Islam akan didasarkan pada hubungan yang saling menguntungkan (mutual interest) dan saling menghargai (mutual respect). Dalam wawancara dengan TV al Arabiya, Obama juga mengakui AS terlalu sering mendikte. AS akan lebih banyak mendengar, ujarnya.

Ada yang optimis hubungan baru ini akan benar-benar terwujud. Namun tidak sedikit pula yang pesimis. Sikap diam Obama saat Gaza yang diserang dan tidak disinggung sama sekali krisis Gaza dalam pidato pelantikannya, merupakan sinyal awal keraguan itu. Ditambah dukungan Obama terhadap Israel dengan menyalahkan Hamas menambah keraguan itu.

Keraguan ini diperkuat dengan realita Amerika Serikat yang merupakan sebuah negara yang didasarkan pada sistem ideologi kapitalis yang demokratis. Amerika tidak bisa ditentukan oleh seseorang tapi banyak institusi yang saling mempengaruhi hingga munculnya sebuah kebijakan. Mulai dari lembaga legislatif, yudikatif, badan keamanan nasional, badan intelijen , kelompok kepentingan, kelompok bisnis, kelompok penekan seperti lobi-lobi yahudi sebagai kekuatan penekan.

Dan yang paling mendasar Obama harus menjalankan kebijakannya berdasarkan konstitusi AS yang berbasis ideologi kapitalis sebagai pandangan hidup (way of life) negara Adi daya itu. Kepentingan nasional terutama politik dan ekonomi merupakan faktor yang paling menentukan. Justru disinilah pangkal persoalan kenapa sulit berharap secara mendasar akan terjadi perubahan. Watak ideologi kapitalis yang ekploitatif dan dominatif telah mendorong AS menjalankan kebijakan kolonialnya yang kental dengan penjajahan. Obama sendiri dengan tegas menekankan tidak akan merubah sedikitpun way of life ini. Tampak dari kata-katanya saat pidato pelantikan, bahwa dia tidak akan menyesali ‘way of life’ yang dipilih oleh Amerika Serikat.

Hal mendasar yang seharusnya dilakukan oleh AS untuk membaiki hubungan AS-Islam tidak lain adalah menghentikan menjadikan dunia Islam sebagai objek kapitalisme global AS. Untuk itu langkah-langkah mendasar yang harus dilakukan AS terhadap dunia Islam :

Pertama : Menghentikan dukungan dalam bentuk apapun terhadap Israel dengan menetapkan Israel adalah negara ilegal yang menjajah negeri Islam. Dukungan terhadap negara Israel yang melakukan pembantaian masal merupakan tindakan keji kebijakan politik luar negeri AS terhadap negeri Islam. Tindakan ini jelas menyakitkan umat Islam.

Kedua : Menarik secara total pasukan AS dari negeri-negeri Islam seperti Irak, Pakistan, Afghanistan dan menghentikan serangan terhadap umat Islam di sana secara total. Keberadaan pasukan AS disana jelas-jelas telah jadi sumber malapetaka dengan korban lebih dari 1 juta orang.

Ketiga, memindahkan pangkalan militer AS dari negeri-negeri Islam seperti di Saudi Arabia, Kuwait, Turki. Pangkalan militer AS selama ini telah dijadikan basis penyerangan AS terhadap negeri Islam.

Keempat, menghentikan ekploitasi perusahaan-perusahaan Amerika di negeri Islam yang telah merampok dan mengeksploitasi kekayaan alam negeri Islam. Seharusnya kekayaan alam yang merupakan pemilikan umum (milkiyah ‘amah) seperti tambang emas, perak, minyak, gas adalah merupakan milik rakyat yang tidak boleh diserahkan kepada perusahaan swasta apalagi asing. Pemilikan umum ini seharusnya dikelola dengan baik oleh negara dan hasilnya diserahkan ke baitul mal untuk kepentingan rakyat banyak.

Kelima, membebaskan seluruh tawanan muslim yang ditangkap secara ilegal dari semua penjara AS baik yang resmi atau rahasia. Penangkapan atas tuduhan pelaku teroris sangat bias dengan kepentingan AS. Terorisme selama ini menjadi alat kepentingan AS.

Keenam, menghentikan secara total dalam bentuk apapun dukungan terhadap penguasa-penguasa diktator di negeri Islam seperti penguasa Saudi, Suriah, Irak, Afghanistan, Mesir, dll. Penguasa diktator selama ini telah menjadi kaki tangan kepentingan AS dengan melakukan kedzoliman terhadap umat Islam khususnya aktivis Islam yang dengan gigih dan ikhlas memperjuangkan syariah Islam dan menentang kediktatoran penguasa dzolim tersebut. Dukungan AS terhadap penguasa dzolim ini memperburuk citra AS sebagai negara penjajah.

Ketujuh, tidak mencampuri dan menghalangi keinginan kaum muslim di seluruh negeri Islam untuk mengganti penguasa mereka yang dzolim dan menegakkan sistem Islam yang menyatukan umat Islam di seluruh dunia dibawah naungan Khilafah. Sikap AS yang menghalangi perjuangan penegakan syariah Islam menjadi salah satu penyebab buruknya hubungan Islam dan Barat.

Faktor diatas merupakan penyebab utama buruknya hubungan Barat dan Islam selama ini. Tinggal pertanyaannya maukah AS melakukan ini ? Hampir dipastikan selama AS masih berpegang pada way of life dengan ideologi kapitalisme nya kebijakan AS tetap tidak akan merubah secara mendasar. Karenanya, upaya memperbaiki hubungan Islam-Barat adalah basa-basi politik yang menyesatkan

Sabtu, 24 Januari 2009

bush atau obama sama-sama mau mengalirkan darah muslim

Saat George W. Bush meninggalkan kantornya—Barack Obama dan timnya telah sibuk mempersiapkan diri untuk mengambil alih kekuasaan di Amerika seolah tidak puas dengan efektivitas Bush yang telah menumpahkan darah umat Islam, yang meliputi pembantaian lebih dari satu juta umat Islam di Irak dan Afghanistan. Obama dan timnya sedang merencanakan cara yang lebih efektif untuk memperdaya Islam dan umat Islam. Pendekatan yang diambil oleh Bush dalam “perang melawan teror” dianggap sebagai kegagalan oleh pemerintahan Amerika yang baru.
Dalam pidato di Senat Amerika, Hilary Clinton, Menlu Amerika yang baru mengatakan, “Kita harus menggunakan apa yang disebut smart power—suatu perangkat yang lengkap yang dilakukan dengan kekuasaan yang kami miliki. Dengan smart power, diplomasi akan menjadi garda depan politik luar negeri kami. “
Koran New York Times melaporkan bahwa Hilary Clinton menggambarkan smart power sebagai, “Ini artinya penggunaan semua perangkat yang bisa mempengaruhi - diplomatik, ekonomi, militer, hukum, politik dan budaya—untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.”
Amerika akan mencoba memperbaiki rusaknya reputasi dan efektivitas kebijakan luar negerinya dengan melakukan taktik baru. Umat Islam saat ini sadar bahwa Amerika Serikat adalah sebuah kekuatan penjajah dan tujuan-tujuan politik luar negerinya tidak akan pernah berubah. Inggris dan dan bangsa-bangsa penjajah lain, sebelum Amerika melakukan perubahan taktik yang sama ketika kekuatan militer dan pembunuhan gagal dilakukan. Menlu Inggris David Milliband mengatakan ketika melakukan perjalanan ke India bahwa Barat “tidak dapat keluar dari permasalahan pemberontakan dan pemberontakan sipil” dan menyarankan Barat perlu menggunakan hal-hal lain lebih dari sekedar cara-cara militer.
Pergeseran taktik dari penjajahan militer kepada penjajahan politik, ekonomi dan budaya adalah bukan hal yang baru bagi Amerika Serikat dan para kroni penjajahnya. Mereka masih bertujuan untuk mengeksploitasi dan mengambil keuntungan dari Negara-negara yang lebih lemah untuk kepentingan perusahaan-perusahaan dan kaum kapitalis di belakang mereka. Mereka memiliki sejarah panjang penggunaan para penguasa yang merupakan agen-agen mereka yang membuat kerusakan politik di dunia Muslim. Secara budaya, Barat telah menggunakan media untuk membawa pandangannya atas kehidupan dan telah mengekspor ide-ide itu kepada dunia Islam. Secara ekonomi, bahkan Negara-negara Teluk yang kaya dan terikat dengan dolar dan lembaga-lembaga keuangan internasional-lah yang memungkinkan Barat untuk menggunakan pengaruhnya atas mereka. Amerika tahu bahwa ia tidak bisa mengalahkan Dunia Islam dengan cara-cara militer saja dan karenanya berusaha untuk menggunakan segala cara yang mereka bisa lakukan.
Alasan mengapa Barat bisa terus mengeksploitasi umat Islam adalah dikarenakan negara-negara Muslim memungkinkan mereka untuk melakukan hal itu. Padahal mereka dapat dengan mudah mengungkap rencana-rencana kaum Kuffar itu dan menghalangi mereka. Ini bisa dilakukan apakah Amerika menggunakan kekuatan militer atau “Smart Power” atau tidak. Para penguasa Muslim itu gagal melakukan tugas mereka.
Hanya kepemimpinan Negara Khilafah-lah yang akan membebaskan atas setiap jengkal tanah kaum muslim dari belitan rantai militer, politik, budaya dan ekonomi yang dipaksakan oleh oleh Barat dan agennya. Sesungguhnya Nabi SAW mengatakan kepada kami bahwa Khalifah adalah perisai umat—sebuah perisai yang telah dihilangkan sehingga memberikan pukulan yang diarahkan kepada umat. Sementara para penguasa itu berkuasa, Barat akan terus mengeksploitasi kaum Muslim—istilahnya mungkin berubah dari “memberikan kejutan dan rasa takut” (shock and awe) menjadi “kekuatan yang cerdas” (smart power). Satu hal yang masih tetap sama adalah pengkhianatan para penguasa Muslim tersebut.
Diriwayatkan dari Abu Sa’id bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari kiamat akan ada sebuah bendera bagi setiap orang yang berdosa karena berkhianat. Bendera itu akan diangkat setinggi tingkat kesalahannya, dan tidak ada dosa pengkhianatan yang lebih serius dari pada pengkhianatan yang dilakukan oleh para penguasa. “ (HRS. Muslim)

Selasa, 20 Januari 2009

Barack Obama Dan Kebijakkannya


Di januari 2009 banyak “penomena-penomena” yang menyeruak kekhalayak, mulai dari tragedi kemanusiaan dijaluar gaza, penurunan harga BBM selama tiga tahap di Indonesia, hingga kisah pelantikkan Presiden pertama Amerika serikat yang berkulit hitam, yakni Barack Husien Obama.
Banyak orang yang berharap kepada Presiden Amerika yang akan dilantik pada hari selasa 20 januari 2009. Mampu membawa perubahan, baik bagi perekonomian dunia dari keterpurukan, sampai membawa perubahan yang terbaik dijalur gaza ini. Sebab terpilihnya seorang persiden yang berkulit hitam dinegara Amerika dipandang sebagai perwujudan dari demokrasi yang sangat luar biasa di Amerika serikat, dari 43 presiden amerika serikat yang sudah-sudah ialah mereka yang berkulit putih. Dengan terpilihnya Presiden berkulit hitam adalah kemenangan demokrasi
Namun tidak sedikit orang memandang pelantikan Presiden obama dengan nada minor serta tidak akan membawa perubahan secara global, terutama berhubungan dengan dunia islam. Sebab Presiden Barak obama hanya bisa mewarisi tradisi dan adat kebiasaan gedung putih belaka yang gaya “bar-bar” dengan sistemnya yang sangat kapitalis (bahkan neo kapitalis).
Umat islam secara khusus memandang kebijakkan dari Barack Obama tidak akan berbeda secara signifikan dengan pendahulunya (Bush). Karena sistem politik Amerika sendiri tidak berubah dan pola hubungan Amerika dengan Israel tetap erat, bahkan kebijakkan perang tidak berubah sama sekali, selain lokasinya saja yang berubah!. sehingga jika kita berharap dengan obama sama saja kita berharap dengan bush.
kenapa dikatakan demikian karena dengan masuknya Obama sendiri tidak mengubah sistem kapitalsime sekulernya, yang berubah hanyalah wajah dan figurnya saja
Adanya Pro Kontra terhadap pelantikaan Presiden baru Amerika Seriat Barack Obama, dan masyarakat amerika bahkan masyarakat Global menunggu kerjanya dan kebijakannya. Apakah pro perubahan atau tidak. Hanya waktu dan pandangan masyarakat lah yang mampu menjawabnya.